Search This Blog

Loading...

Tuesday, April 30, 2013

Negara Terkaya di Dunia

Negara Terkaya di Dunia

AP Photo
Pemandangan distrik finansial Singapura.
Singapura kembali berada di puncak daftar negara-negara terkaya di dunia. Kali ini, negara mungil itu tercatat memiliki angka produk domestik bruto (PDB) per kapita terbesar. Singapura unggul dari negara-negara seperti Norwegia, AS, Hong Kong, dan Swiss.
Dalam laporan yang terbit pekan ini, Knight Frank dan Citi Private Wealth memperkirakan PDB per kapita Singapura mencapai $56.532 pada 2010, berdasarkan paritas daya beli. Angka ini terbesar di dunia, mengalahkan Norwegia ($51.226), AS ($45.511), dan Hong Kong ($45.301). Laporan itu juga meramalkan Singapura akan mempertahankan posisinya sebagai negara terkaya dunia pada 2050 berdasarkan PDB per kapita. Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan diperkirakan akan menggeser posisi Norwegia dan Swiss.
Pencapaian Singapura itu ditopang oleh banyaknya jutawan yang menetap di negara itu. Knight Frank dan Citi Private Wealth memperkirakan jumlahnya akan terus bertambah. Menurut perhitungan mereka, jumlah warga Singapura dengan kekayaan bebas (disposable wealth) di atas $100 juta akan meningkat 67% dalam empat tahun ke depan.
Singapura bukan satu-satunya negara yang mendapat manfaat dari pertumbuhan kekayaan Asia Tenggara. Menurut laporan itu, jumlah warga Asia Tenggara dengan kekayaan bebas (tak termasuk properti, misalnya) di atas $100 juta meroket 80% dalam lima tahun terakhir. Antara 2010 hingga 2011, pertumbuhannya 13% atau lebih besar dari rata-rata global di angka 4%. Tahun 2016, pertumbuhan ini diperkirakan mencapai 44%. Salah satu pengaruhnya adalah lonjakan harga properti dalam setahun terakhir. Di Bali, harga properti naik 15% sedangkan di Jakarta meningkat 14,3%.
Saat ini Asia Tenggara, Cina, dan Jepang menaungi sekitar 18.000 orang dengan nilai disposable asset di atas $100 juta. Jumlah itu lebih tinggi dibanding Amerika Utara dengan 17.000 orang dan Eropa Barat dengan 14.000 orang.
Meski demikian, Knight Frank menemukan bahwa orang-orang kaya ini masih belum yakin bahwa kekayaan mereka tak akan terpengaruh oleh gejolak ekonomi dunia dan perubahan situasi politik. Di Singapura, warga-warga kaya mencemaskan dampak krisis finansial global. Orang-orang kaya Hong Kong lebih khawatir akan devaluasi mata uang, sedangkan kaum jetset India mengkhawatirkan inflasi dalam negeri.