Search This Blog

Saturday, July 20, 2013

Distribusi Logistik Ditata

Petugas Gudang Logistik Posko utama Aceh Tengah menunjukan kurma bantuan dari Kerajaan Arab Saudi (Foto. Zan. KG).
Petugas Gudang Logistik Posko utama Aceh Tengah menunjukan kurma bantuan dari Kerajaan Arab Saudi (Foto. Zan. KG).
Takengen|Lintas Gayo-Pasca ditetapkannya peralihan status penanganan bencana gempa di Kabupaten Aceh Tengah menjadi transisi darurat menuju pemulihan oleh Gubernur Aceh pada Rabu (17/7/2013) lalu, pemkab Aceh Tengah mulai menata sistem penyaluran logistik agar masyarakat yang terkena dampak bencana merasakan manfaat langsung dari bantuan yang disalurkan, terutama bahan pokok beras.
“Caranya kita rubah, beras tidak disalurkan setiap hari, tapi setiap 7 hari sekali,” ungkap Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin ketika menyampaikan perkembangan penanganan bencana dihadapan Kepala BNPB, Syamsul Ma’arif, Jum’at (18/7/2013) sore.
Mekanisme penyaluran, menurut Nasaruddin, akan dirubah. Selama ini dilakukan persentase jumlah bantuan disesuaikan dengan jumlah pengungsi di setiap kecamatan. Kecamatan selama ini menjadi titik berhenti logistik sebelum disalurkan kepada kepala kampung dan warga yang mengungsi.
Tata penyaluran selama ini, jelas Nasaruddin, terlalu lambat logistik  untuk dinikmati oleh masyarakat, karena banyaknya titik pemberhentian. Untuk sampai kepada masyarakat saja selama ini bisa makan waktu 3 hari, dan itu harus dirubah.
Logistik beras akan disalurkan langsung ke tingkat kampung, tidak lagi terhenti di kecamatan, dan di tingkat kampung itu pula langsung dilakukan pemisahan berdasarkan jiwa per kepala keluarga.
Tidak berhenti disitu, logistik nantinya juga akan di sertai uang lauk pauk dan dilengkapi dengan tanda terima agar penyaluran dapat tepat sasaran. “Kita harapkan logistik yang disalurkan benar-benar bermanfaat bagi warga yang saat ini membutuhkan bantuan,” demikian Nasaruddin. (rl|LG12)

0
 
0
 
 
- See more at: http://www.lintasgayo.com/40463/distribusi-logistik-ditata.html#sthash.IxWi8dm1.dpuf

Distribusi Logistik Ditata

Petugas Gudang Logistik Posko utama Aceh Tengah menunjukan kurma bantuan dari Kerajaan Arab Saudi (Foto. Zan. KG).
Petugas Gudang Logistik Posko utama Aceh Tengah menunjukan kurma bantuan dari Kerajaan Arab Saudi (Foto. Zan. KG).
Takengen|Lintas Gayo-Pasca ditetapkannya peralihan status penanganan bencana gempa di Kabupaten Aceh Tengah menjadi transisi darurat menuju pemulihan oleh Gubernur Aceh pada Rabu (17/7/2013) lalu, pemkab Aceh Tengah mulai menata sistem penyaluran logistik agar masyarakat yang terkena dampak bencana merasakan manfaat langsung dari bantuan yang disalurkan, terutama bahan pokok beras.
“Caranya kita rubah, beras tidak disalurkan setiap hari, tapi setiap 7 hari sekali,” ungkap Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin ketika menyampaikan perkembangan penanganan bencana dihadapan Kepala BNPB, Syamsul Ma’arif, Jum’at (18/7/2013) sore.
Mekanisme penyaluran, menurut Nasaruddin, akan dirubah. Selama ini dilakukan persentase jumlah bantuan disesuaikan dengan jumlah pengungsi di setiap kecamatan. Kecamatan selama ini menjadi titik berhenti logistik sebelum disalurkan kepada kepala kampung dan warga yang mengungsi.
Tata penyaluran selama ini, jelas Nasaruddin, terlalu lambat logistik  untuk dinikmati oleh masyarakat, karena banyaknya titik pemberhentian. Untuk sampai kepada masyarakat saja selama ini bisa makan waktu 3 hari, dan itu harus dirubah.
Logistik beras akan disalurkan langsung ke tingkat kampung, tidak lagi terhenti di kecamatan, dan di tingkat kampung itu pula langsung dilakukan pemisahan berdasarkan jiwa per kepala keluarga.
Tidak berhenti disitu, logistik nantinya juga akan di sertai uang lauk pauk dan dilengkapi dengan tanda terima agar penyaluran dapat tepat sasaran. “Kita harapkan logistik yang disalurkan benar-benar bermanfaat bagi warga yang saat ini membutuhkan bantuan,” demikian Nasaruddin. (rl|LG12)

0
 
0
 
 
- See more at: http://www.lintasgayo.com/40463/distribusi-logistik-ditata.html#sthash.IxWi8dm1.dpuf



Tokoh Musara Gayo: Jangan Ada yang Memanfaatkan Bencana untuk Keuntungan Pribadi

Tokoh Musara Gayo: Jangan Ada yang Memanfaatkan Bencana untuk Keuntungan Pribadi

alwin
BANDA ACEH – LintasGayo : Tokoh masyarakat dari Ikatan Musara Gayo Jakarta meminta kepada pihak yang membantu dalam rehab rekon Gayo pasca gempa untuk betul-betul ikhlas dan tidak memanfaatkan kondisi rehab rekon untuk kepentingan pribadi.
“Jangan usaha mengambil keuntungan dari penderitaan korban,” kata Alwin Desry, SH kepada LINTASGAYO.co di Banda Aceh, Kamis (18/7/2013).
Menurutnya, semua elemen di Gayo harus berpikir positif thingking pada setiap upaya yang dilakukan, tetapi harus juga mengawasi reheb rekon dengan serius.
“Kita kuatir juga kalau soal pendataan lamban bisa dimanfaatkan oleh kelompok olah yang sebenarnya tidak berhak,” katanya.
Untuk itu, pemerintah daerah tidak boleh lamban apalagi mengabaikan kepentingan korban, karena itu dapat berefek panjang pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Ini dia yang dimaksud perlu ada pengawasan agar tidak adakelompok yang mencari keuntungan dari bencana orang lain,” demikian kata Alwin. (tarina)
Jamsostek dan Asbanda Bantu Korban Gempa Tanah Gayo

Jamsostek dan Asbanda Bantu Korban Gempa Tanah Gayo

JamsostekBanda Aceh–LintasGayo: PT Jamsostek (Persero) menyalurkan bantuan senilai Rp. 288 juta untuk korban gempa Tanah Gayo. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Umum PT Jamsostek Amri Yusuf kepada Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah dalam acara “Buka Puasa Bersama dan Silaturrahmi Gubenur Aceh denganDireksi PT. Jamsostek”, yang digelar di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis 18 Juli 2013 malam.
“Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan kami atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Gayo,” kata Amri Yusuf.
Menurut Amri, meskipun angka tidak terlalu besar namun harapnya, bantuan tersebutbermanfaat dan dapat membantu para korban yang tertimpa musibah Gayo 2 Juli silam.
Dirincikannya, dari total bantuan sebanyak Rp 288 juta tersebut, Rp 200 juta disalurkan sebagai bantuan bencana alam gempa. Sementara sisanya diberikan dalam bentuk sembako untuk korban gempa sebesar Rp 50 juta, bantuan kepada 4 Yayasan Sosial Rp 8 juta dan Rp 30 juta untuk 100 anak yatim.
Gubenur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada keluarga besar PT. Jamsostek (Persero), atas bantuan yang diberikan untuk membantu meringankan beban korban gempa bumi di Aceh Tengah dan Bener Meriah.Bantuan yang diberikan Jamsostek, tambahnya, menunjukkan kemitraan yang baik antara Pemerintah Aceh dan PT. Jamsostek, dan juga kepedulian Jamsostek terhadap isu-isu sosial yang terjadi di Aceh.
“Insya Allah semua bantuan ini akan kita salurkan dengan baik sehingga sampai kepada sasaran yang tepat. Pemerintah Aceh akan menyusun blue print untuk proses recovery Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam waktu dekat ini,  sehingga lebih terarah, tepat guna, transparan dan akuntabel,” kata Doto Zaini, sapaan akrab Gubenur Aceh.asbanda
Sementara itu, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (Asbanda) menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp100 juta.  Seluruh bantuan yang terkumpul melalui Pemerintah Aceh tersebut kemudian diberikan langsung oleh Gubenur kepada Badan Penanggulanggan Bencana Aceh (BPBA) selaku pelaksana masa transisi darurat pemulihan gempa Gayo dan diterima oleh Sekretaris BPBA Razali.
Hadir pada acara tersebut, Asisten III Setda Aceh Bidang Administrasi Umum, Muzakkar, SH, M.Si, Inspektur Aceh Syahrul Badruddin, jajaran SKPA lingkup Pemerintah Aceh, para Direksi PT Jamsostek Wilayah I, dan Pimpinan Bank Aceh.(rilis/ghassa)
Breaking News
FOPKRA Donasi Buku untuk Korban Gempa Gayo

FOPKRA Donasi Buku untuk Korban Gempa Gayo

Gayo buku
Takengon-LintasGayo: Fazlun Hasan dan Iskandarsyah Bakri dari Forum Perjuangan Keadilan Rakyat Aceh (FOPKRA) memberikan donasikan dan membagikan ratusan buku bacaan kepada anak-anak SD dan SMP di kamp yang didirikan oleh Polda Aceh di Aceh Tengah, Jumat (9/7/2013).
Selama empat hari ke depan tim Relawan FOPKRA membagi-bagikan buku bacaan untuk anak-anak ke daerah-daerah terpencil yang terparah dampak Gempa Aceh 2013.  Lebih dari 300 rumah sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah rusak berat dan hancur.
Ketua FOPKRA, Fazlun Hasan menganjurkan Pemerintah daerah dan pusat secepatnya membangun rumah-rumah sekolah darurat sebelum dibangunnya kembali sekolah permanen serta menghimbau mahasiswa-mahasiswa senior dari Universitas Syiah Kuala, Gajah Putih dan Unimal menjadi guru-relawan untuk murid-murid SD dan SMP di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
“Buku-Buku bacaan ini untuk menghibur anak-anak, sekalian mereka mendapat ilmu baru sambil membaca,” lanjut Iskandarsyah Bakri
Forum Perjuangan Keadilan Rakyat Aceh (FOPKRA) merupakan organisasi masyarakat yang misinya melanjutkan perjuangan dan bangkit untuk mempertahankan proses perdamaian dan kemajuan serta pembaharuan di Aceh.
Lembaga ini juga ikut mendorong tegaknya  kebenaran, kebaikan, keadilan, persatuan, musyawarah dan kerjasama. Bertujuan dapat menciptakan rasa kedamaian dalam rangka mewujudkan tegaknya keadilan serta kemakmuran masyarakat Aceh.(rilis/ghassa)

Tak Wajar, Jarwansah Mengeluh Capek

Tak Wajar, Jarwansah Mengeluh Capek

suaraleuserantara July 19, 2013 0
ilustrasi
ilustrasi
TAKENGEN |SuaraLeuserAntara| Dalam press release yang dikirimkan kepada media, Jarwansah selaku komandan tanggap darurat atau Ketua Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengatakan bahwa sudah pada capek.
“ Mohon dimaklumi kondisi ini, apalagi kita semua sudah pada capek ” sebutnya dalam rilis yang mereka kirimkan. Kalimat tersebut dianggap tidak sewajar diucapkan Jarwansah, sementarta BPBA ditugaskan menangani bencana.
“ Itu sudah tugas mereka ” ungkap Zam-zam Mubarak LSM relawan yang bergerak di bidang riset dan data peduli gempa Gayo kepada SLA, Jumat (19/7/2013) di posko media lapangan sekdakab Aceh Tengah.
Menurut Zam-zam, sangat disayangkan pernyataan melalui pres release yang dikeluarkan Jarmansyah yang mengatakan capek, jika hal tersebut dikatakannya,” kami relawan lokal siap bekerja membantu korban gempa ,” ujar Zam-zam.
Dia juga mempertanyakan mekanisme penggunaan anggaran 64 milyar lebih ,” menurut hemat kami anggaran yang bersumber dari APBA tersebut merupakan dana siap pakai yang belum pernah digunakan ,” ungkap Zam-zam.
Namun disayangkan, dalam relis pada 18 Juli 2013 kemarin, menyebutkan pihak BPBA mengklaim telah mempergunakan anggaran 64 milyar lebih tersebut, sejak hari pertama terjadinya gempa bumi Aceh ,” hal ini harus dijelaskan kepada publik ungkap ,” pinya Zam-Zam.
Selanjutnya Zam-zam juga meminta setiap bantuan yang bersumber dari pihak ketiga harus juga transparan penyaluranya, karena menurut pantauan mereka yang memberikan bantuan dari pihak ketiga tidak sedikit nilainya, namun sejauh ini, masyarakat tidak mengetahui berapa jumlah bantuan dari pihak ketiga tersebut.
“Jumlah bantuan dari pihak ketiga dan bantuan BPBA tidk dicampur adukan sehingga pertanggung jawaban bisa lebih transparan ”, sebutnya.
Ia juga mempertanyakan bantuan dari Bandan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengalokasikan dana sebesar Rp 40 milyar terkait darurat penanggulangan dampak gempa, apakah sudah dipergunakan atau belum, tanya Zam-Zam. (BsG)