Search This Blog

Tuesday, July 9, 2013

Ini Informasi Posko Bantuan #Pray4Gayo

@acehblogger

Jumlah korban yang meninggal terus bertambah akibat gempa 6,2 skala Richter yang melanda Aceh, Selasa, 2 Juli 2013. Data terbaru yang diperoleh, Rabu, 3 Juli 2013, sampai pukul 14.00, jumlah korban meninggal sebanyak 31 orang.

Korban tersebut adalah warga dari Kabupaten Bener Meriah sebanyak 14 orang dan warga Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 17 orang. Dua kabupaten bertetangga itu paling dekat dengan titik gempa.

Untuk itu kami mengajak Anda yang memiliki informasi alamat posko bantuan untuk membantu saudara-saudara di dataran tinggi Gayo, Berikut sejulam Informasi Alamat dan Posko bantuan korban gempa dataran Tinggi Gayo:

Informasi Alamat dan Posko Bantuan #Pray4Gayo*
____________________________________________________________

Bener Meriah:
  1. Posko Aksi Cepat Tanggap Bencana alamat di Kampung Mongal Kec. Bebesan Kab. Aceh Tengah. Informasi hubungi HP 081377383082 (Imam Sayuti)
  2. .. berikutnya

Bireuen:
  1. Posko FORSI Asokaya Peduli beralamat di Toko Pangeran Parfume Jalan Ramai Bireuen, Informasi lanjut bisa hubungi HP Oesman Desa 085260328310 / Kaspul Topan 081264302456 / Murizal Pangeran 085260656657

Banda Aceh:
  1. Aksi Solidaritas #Pray4Gayo Halte Simpang 5 Banda Aceh. Rek BRI 0037-01-009153-53-6 an. Darah Untuk Aceh. Informasi lanjut bisa hubungi kontak person HP 08566038051.
  2. PKPU Aceh. Rek BRI Syariah 100.061.1973 an. PKPU Aceh. Informasi lanjut bisa hubungi HP 081360965984 / Telp. 0651-47636
  3. Masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah Jalan Tgk Ade Utama No. 5 (Depan Herms Hotel), Hubungi CP Facebook Jamhuri Ungel
  4. Biro Bantuan Hukum-Sentral Keadilan (BBH-SK) Banda Aceh di Jl. Lamgapang No.8, Simpang Tujuh, Ulee Kareng, Banda Aceh. Rek Bank Muamalat Cab. Banda Aceh 9181726699 a.n Taufik Hidayat. Informasi bisa hubungi HP 081269066679 (Taufik Hidayat)
  5. “IKASMANDU Peduli Gayo” Lantai 2 PT. Burung Laut di Jalan Jend. Ahmad Yani No. 38 Peunayong Banda Aceh (Depan Toko Roti Robinson). No. Rek BNI Cab. Banda Aceh 20110723-62 an. IKASMANDU. Informasi CP ke HP 08126944240 (Didi Agustinus)
  6. UKM Fosma Unsyiah Rek. BNI: 0181405261 An. Nurismi Ismi (Bendahara Fosma). Informasi CP ke HP 085270581049 / PIN: 290C4108
  7. Posko Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unsyiah di GR Kupi Lamnyong (depan SPBU Lamnyong). Informasi bisa menghubungi HP 085260688182/085275131593 (Kipoen) atau 0853717614449 (Kiki Sanjani)
  8. … berikutnya

Medan:
  1. TBM FK USU & UISU buka posko penggalangan dana untuk Gempa Aceh, bisa melalui transfer. CP USU:085697594597 (Ai) dan UISU: 082163282811 (Fajar)
  2. … berikutnya


Khusus untuk kebutuhan dalam bentuk barang yang saat ini dibutuhkan di lokasi kejadian seperti makanan (beras, mie instan, roti kabin, sarden, kecap, susu bayi, makanan bayi), kain sarung, pembalut wanita, tenda, selimut tebal, dan obat-obatan.

*Informasi posko akan terus diupdate berdasarkan data yang kami terima, perkembangan informasi lainnya juga bisa melihat di linimassa Twitter @iloveaceh. Nomor Kontak BPBD Bener Meriah Fauzi (085277898833)

Posko Forsi Asokaya Peduli / @acehblogger

Senin, Presiden Dijadwalkan Tinjau Langsung Gempa Aceh

Senin, Presiden Dijadwalkan Tinjau Langsung Gempa Aceh

suaraleuserantara July 7, 2013 
Suasana videoconference Presiden dari Istana dengan Posko Penanggulangan Gempa di bener Meriah
Suasana videoconference Presiden dari Istana dengan Posko Penanggulangan Gempa di bener Meriah
Bener Meriah - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan meninjau langsung korban gempa Aceh di lokasi bencana terparah Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Senin (8/7).
Komandan Posko Terpadu Bencana Aceh Tengah dan Bener Meriah Kol Inf Hipdizah di Redelong, Sabtu menyatakan, Kepala Negara pada Senin bertolak dari Jakarta ke Bandara Malikussaleh, Kota Lhokseumawe. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Bener Meriah dengan helikopter.
Tiba di Bandara Rembele, Bener Meriah, Presiden SBY langsung meninjau lokasi bencana di Desa Blang Mancung dan Desa Serempah di Kecamatan Ketol.
“Bila cuaca mendukung, setelah meninjau lokasi bencana Presiden langsung kembali, tapi apabila cuaca tidak mendukung, karena sudah sore, maka Kepala Negara akan menginap di Takengon, Aceh Tengah,” katanya di Bener Meriah, Sabtu (6/7).
Kecamatan Ketol merupakan kawasan terparah akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter pada Selasa (2/7), karena hampir 90 persen rumah penduduk rusak parah.
Selanjutnya, dua desa di kecamatan yang berada di lereng gunung, yakni Desa Bah dan Serempah, amblas sehingga mengakibatkan rumah dan belasan warga bersama tanah longsor dan menutup sungai di bawahnya.
Di dua desa tersebut diperkirakan ada 12 orang yang tertimbun, dan lima orang sudah ditemukan, sedangkan tujuh lagi masih dalam pencarian.
Hipdizah yang juga Danrem 011/Lilawangsa itu menyatakan, tim relawan yang terdiri anggota TNI, Polri, SAR, dan Sentra Kumunikasi Mitra Polri akan melanjutkan pencarian korban.
Untuk memudahkan pencarian, dikerahkan tiga alat berat. “Sekarang ini sudah ada tiga alat berat di lokasi. Kita harapkan dengan adanya alat tersebut pencarian korban akan lebih cepat,” katanya.
Selain itu, katanya, penyaluran makanan dan kebutuhan lain berjalan lancar, sehingga diharapkan selama masa tanggap darurat hingga tanggal 17 Juli 2013, persediaannya tetap lancar.
Gempa yang terjadi pukul 14.35 WIB itu mengakibatkan 38 orang meninggal dunia, yang tersebar di Bener Meriah 9 orang dan Aceh Tengah 29 orang, sedangkan luka berat 160 orang lebih.
Mengenai jumlah rumah yang rusak, Hipdizah menyatakan, masih dalam pendataan yang lebih akurat. |berita1|

Bupati Bantah Adanya Penyaluran Beras Tidak Berkualitas

Bupati Bantah Adanya Penyaluran Beras Tidak Berkualitas

suaraleuserantara July 9, 2013 
Bupati Aceh Tengah Ir. Nasaruddin.(Foto: Suara Leuser Antara/ izq)
Bupati Aceh Tengah Ir. Nasaruddin.(Foto: Suara Leuser Antara/ izq)
TAKENGEN |SuaraLeuserAntara| Bupati Aceh Tengah Ir.Nasaruddin membantah adanya pemberian 1 liter beras yang tidak layak kepada masyarakat Bies Penantanan kecamatan Bies kabupaten Aceh Tengah.
Menurut Nasaruddin pemberitaan lewat salah satu media televisi swasta nasional itu ada seorang narasumber (Masyarakat) saat diwawancarai media tersebut menyebutkan pemerintah daerah memberikan beras yang sudah hitam sebanyak 1 Liter dan ditambah 1 butir telur kepada masing masing masyarakat itu tidak benar.
“ Saya belum pernah ke sana ,” ungkap Nasaruddin Kepada Suara leuser Antara Minggu (9/7/2013), di Posko Pemda Aceh Tengah. Menurut orang nomor satu di Gayo Lut ini, sistim pendistribusian bantuan sudah dikelola dengan baik mulai dari level desa, yang datanya masuk ke kecamatan yang juga diteruskan ke Posko Sekdakab Aceh tengah.
“ Setiap laporan kepala kampung itulah yang dijadikan pedoman untuk mendistribusikan bantuan, baik berupa beras, mie instan telur dan bantuan lainnya ,” sebut Nas panggilan Nasarudin.
“ saya tidak tahu asal usul beras yang disebutkan salah seorang sumber media ini. Saya juga belum ke sana, jadi sangat tidak logis bila disebutkan dari tangan saya bantuan itu ,” jelas bupati.
Beras bantuan yang disalurkan Pemda Aceh Tengah, menurut Nas, merupakan beras yang baik, karena sudah dicek oleh petugas. Beras untuk musibah itu layak dikonsumsi, bukan seperti yang disebutkan salah seorang sumber, di satu media tv swasta nasional itu.
Nas panggilan akrab bupati, menyesalkan di saat rakyat Aceh tengah sedang dilanda musibah ada pihak yang mempolitisir keadaan. “ Mari sama-sama kita perbaiki daerah kita yang sangat membutuhkan bantuan, daerah kita sedang ditimpa musibah, marilah kita pergunakan hati nurani untuk memperbaikinya ,” sebutnya.
Ia menambahkan bahwa dalam penanganan distribusi bantuan ini tidak mungkin memberikan beras yang tidak berkualitas kepada Pengungsi.
Sejauh ini pemda sendiri tidak mengetahui asal usul beras yang diterima masyrakat Bies, Kecamat Bies kabupaten Aceh Tengah.
Menurut Pantauan media ini, bahan makanan seperti, beras, mie instan dan bahan makanan lain yang ada di posko Pemda Aceh Tengah merupakan beras yang bagus atau sangat layak dikonsumsi.
Beras bantuan yang datang dari dalam dan luar provensi merupakan beras yang sangat layak, beras beras yang didistribusikan merupakan beras yang berkualitas.
Sampai saat ini tidak ada diketemukan beras yang berwarna hitam dan makanan kadaluarsa diposko pemkab Aceh Tengah.(BsG/izq)

Data 9 Juli 2013 Kerugian Gempa Bumi Aceh Tengah


Data 9 Juli 2013 Kerugian Gempa Bumi Aceh Tengah

suaraleuserantara July 9, 2013 
408397_505327802852828_1171194419_n (1)
TAKENGEN |SuaraLeuserAntara| Data terkini jumlah kerugian yang diderita masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, yang diterima Suara Leuser Antara dari Posko Pemkab Aceh Tengah, per 9 Juli 2013.
Jumlah meninggal dunia 34 orang, luka berat 92 orang, luka ringan 352 orang, sakit 2.150 orang, hilang 5 orang. Rumah penduduk, rusak berat 5.516 unit, rusak sedang 2.750 unit, rusak ringan 5.596 unit.
Bangunan kantor Pemerintah, rusak berat 48 unit, rusak sedang 20 unit, rusak ringan 9 unit. Sarana Kesehatan RSU 1 unit, rusak sedang 1 unit. Puskesma rusak berat 85 unit, rusak sedang 26 unit, rusak ringan 6 unit.
Rumah Dinas Dokter dan Para Medis, rusak berat 7 unit, rusak sedang 6 unit rusak ringan 4 unit. Sarana pendidikan TK/RA rusak berat 78 unit, rusak sedang 50 unit.
SD/MI/MIS rusak berat 57 unit, rusak sedang 63 unit. SMP/MTsN/ MTsS, rusak berat 16 unit, rusak sedang 13 unit.
SMA/SMK/MAN/MAS rusak berat 7 unit, rusak sedang 8 unit. Sedangkan kampung yang terkena dampak Gempa adalah di Kecamatan ketol 31 kampung, Kecamatan kute panang 25 kampung, Kecamatan Bebesen 33 kampung, Kecamatan Kebayakan 22 kampung, Kecamatan Lut Tawar 24 kampung, Kecamatan Bies 15 Kampung.
Kemudian, Kecamatan Silih Nara 32 kampung, Kecamatan Celala 24 kampung, Kecamat Pegasing 28 kampung, Kecamat Rusip Antara 12 kampung, Kecamatan Linge 4 kampung, Kecamatan Bintang 2 kampung, Jumlahnya 252 kampung.
Jumlah lokasi Bencana, 12 Kecamatan dari 14 Kecamat di Aceh Tengah atau 85.71%
252 kampung dari 352 kampung atau 71,95%.
Masyarakat yang kehilangan mata pencaharian Pekerja pada eksportir kopi. Industry gula merah, pabrik penggilingan kopi, petani, perkebunan kopi berjumlah 4.215 Orang.
Jumlah pengungsi di 46 titikm pengungsian tercatat 48.563 orang termasuk masyarakat yang mendirikan tenda didepan rumah mereka.( BSG/Tim SLA)

Presiden Serahkan 1.620 Bingkisan Untuk Pengungsi

Presiden Serahkan 1.620 Bingkisan Untuk Pengungsi

suaraleuserantara July 9, 2013 
Kunjungan Presiden SBY di Lokasi pengungsi korban gempa bumi di Pengungsian Kute Gelime.(Foto:Ist)
Kunjungan Presiden SBY di Lokasi pengungsi korban gempa bumi di Pengungsian Kute Gelime.(Foto:Ist)
TAKENGEN |SuaraLeuserAntara|: Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono mengunjungi posko pengungsian korban gempa di Kute Gelime, Aceh, siang ini (9/7/2013). Presiden juga membawa bingkisan sembako untuk para pengungsi sebanyak 1.620 bungkus.
Salah satu korban gempa – Ibu Nuraeni, menangis haru dan mengadukan bahwa suami dan anaknya belum berhasil diketemukan sampai saat ini. Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono berusaha menenangkan hati Ibu Nuraeni. Beliau instruksikan Dansatgas untuk membantu Ibu Nuraeni.
Presiden SBY mengatakan  “ Sabar ya Bu Nur, kami akan bantu. Semoga suami dan anaknya segera diketemukan .”
Presiden SBY dan Ibu Ani juga membawa sejumlah bantuan kebutuhan pokok untuk para pengungsi, termasuk selimut, mengingat cuaca yang cukup dingin di lokasi bencana.
Usai melakukan kunjungan ke lokasi bencana tersebut, presiden kembali ke Lhokseumawa pukul 12:00 WIB dan dijadwalkan orang nomor satu di Indonesia ini bermalam di Arun, Lhokseumawe.(izq/Sby-FB)

Hari Ini Presiden Berada di Gayo

Hari Ini Presiden Berada di Gayo

suaraleuserantara July 9, 2013 
Presiden SBY
Presiden SBY
TAKENGEN |SuaraLeuserAntara|: Hari ini, Selasa (9/7/2013) presiden dan rombongan akan mendarat di kawasan musibah gempa Aceh Tengah dan Bener Meriah. Rombongan akan meninjau perkampungan Kute Gelime, Kecamatan Ketol Aceh Tengah.
Persiden bersama 5 menteri langsung ke kawasan yang terparah akibat amukan gempa dengan kekuatan 6,2 SR ini di dua kabupaten ini, Selasa (2/72013), telah menghancurkan 15. 919 rumah penduduk, ratusan kantor pemerintah dan ratusan sarana ibadah serta korban tewas mencapai 40 orang dan 5 masih dalam pencarian.
Dari Pantauan SLA di lapangan, menjelang kedatangan presiden suasana biasa-biasa saja, tidak ada penyambutan yang berlebihan. Karena seperti yang telah diberitakan, kedatangan presiden hanya mengunjungi korban dan lokasi gempa.
Begitu juga di jalan terlihat lengang, namun pengamanan di lokasi lapangan Rajawali yang akan dijadikan tempat mendarat Heli Kopter Presiden terlihat penjagaan cukup ketat, serta lokasi yang akan dikunjungi presiden Posko Pengungsian di Kampung Kute Gelime, Kec Ketol juga terlihat pengamananya cukup ketat.(izq)

SBY Berharap Perdamaian Aceh dijaga

SBY Berharap Perdamaian Aceh dijaga

suaraleuserantara July 9, 2013 0
Presiden RI lagi berkunjung ke lokasi bencan di Gayo.(Foto: Suara Lesuer Antara/Edo)
Presiden RI lagi berkunjung ke lokasi bencana di Gayo.(Foto: Suara Lesuer Antara/Edo)
TAKENGEN |SuaraLeuserAntara| Gempa berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Aceh tepatnya di wilayah Kab Aceh Tengah dan Kab Bener Meriah 2/7/13 lalu, cukup menarik perhatian Presiden SBY, pasalnya banyak korban yang kehilangan, baik harta maupun nyawa. Tujuh ribu rumah lebih hancur dan puluhan nyawa melayang akibat gempa tersebut.
Berkenaan dengan bencana tersebut, SBY menyempatkan waktu mengunjungi wilayah Gayo, Aceh Tengah, Selasa (9/7/2013). Setiba mendarat di Lap Rejewali Kec Ketol SBY yang di damping oleh Pangdam IM dan Kapolda Aceh langsung mengunjungi posko pengungsian yang tepat berada di Poskotis Polda Aceh Desa Kute Gelime Kec Ketol Aceh Tengah.
Sesampai di pengungsian, SBY yang di Jaga ketat aparat Paspampres tersebut mengunjungi barak pengungsian untuk melihat secara langsung kondisi korban bencana gempa Aceh dan menerima keluh kesah dari para pengungsi.
SBY yang juga di damping Mensesneg Sudi Silalahi berharap semua unsur pemerintahan baik gubernur dan bupati serta instansi pemerintah lainnya supaya ikut membantu meringankan beban korban selama di pengungsian agar secepatnya situasi bis normal kembali.
Terkait dengan adanya situsi damai di Aceh, SBY berharap agar semua ikut menjaga perdamaian di Aceh, jangan lagi menimbulkan riak-riak yang dapat memicu terjadi konflik kembali, apalagi Aceh sering mendapatkan cobaan bencana, sudah sepantasnya kita semua menjaga perdamaian tersebut.
‘’ Aceh Alhamdulillah sudah damai, dan jangan tidak damai lagi. Saya SBY,Pak Gubernur dan yang lainnya harus menjaga ini, Aceh tidak boleh tidak damai lagi supaya jika terjadi seperti ini dapat bahu membahu mengambil tindakan ,’’ harap SBY.
Dalam kunjungan kerja tersebut, SBY selain membawa ke 6 menterinya juga tampak hadir Kapolri Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono serta Kepala Badan Intelijen Negara Marsiano Norman.(edo)

Pemerintah Akan Tanggung Korban Gempa

Pemerintah Akan Tanggung Korban Gempa

suaraleuserantara July 9, 2013 0
Kunjungan Presiden SBY.(Foto: Suara Leuser Antara)
Kunjungan Presiden SBY.(Foto: Suara Leuser Antara)
TAKENGEN |SuaraLeuserAntara| Pemerintah RI akan menanggung semua keperluan korban gempa Aceh selama di pengungsian, demikian di katakana Presiden SBY saat mengunjungi para korban, tepatnya di pengungsian Desa Kute Gelime Kec Ketol Aceh Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Selasa (9/7/2013, SBY di damping para menterinya, di antaranya tampak Menteri PU Joko Kirmanto dan Menteri koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) AgungLaksono, tampak hadir juga Kepala Badan Intelijen Negara Marsiano Norman.
Orang nomor satu di negeri rawan bencana RI tersebut tampak terharu manakala mendengar keluhan korban yang hingga saat ini suami dan anaknya belum di temukan, seperti yang dialami oleh ine Arbiah yang juga suaminya belum di ketemukan di daerah Serempah Kec Ketol Kab Aceh Tengah.
‘’ Mengenai ini hanya sementara, tentu agak berbeda dengan tinggal di rumah sendiri dan pemerintah sudah mengambil rencana serta memutuskan untuk ada bantuan antara lain untuk memperbaiki rumah yang rusak berat kita siapkan 40 juta, yang rusak sedang kita bantu 20 juta, serta ada yang rusak ringan kita bantu 10 juta dan bantuan lain,” ucap SBY.
SBY berharap yang terpenting adalah masa depan para pengungsi di pengungsian agar dapat kembali normal dan Insya Allah akan menjadi lebih baik sehingga kita semua bisa kembali seperti semula sebelum terjadinya Gempa.(edo)

Dalam Sejarah, Sudah 2 Presiden RI Kunjungi Ketol


 Dalam Sejarah, Sudah 2 Presiden RI Kunjungi Ketol

Dalam Sejarah, Sudah 2 Presiden RI Kunjungi Ketol

Ilustrasi pengolahan gula pasir di salah satu pabrik di Kecamatan Ketol. (Kha A Zaghlul)
Ilustrasi pengolahan gula pasir di salah satu pabrik di Kecamatan Ketol. (Kha A Zaghlul)
Takengon – LintasGayo : Kunjungan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kecamatan Ketol adalah yang kunjungan presiden RI yang kedua kalinya setelah kunjungan presiden Soeharto tahun 1983 silam.
“Bulan Mei 1983 presiden Soeharto berkunjung ke Ketol dalam kaitan pembangunan Pabrik Gula Mini (PGM-red) di Buter Ketol dan kini Presiden SBY dalam kunjungan meninjau ekses Gempa Gayo,” kata Salman Yoga yang mengaku kerap ke Ketol untuk sebuah penelitian penelusuran sejarah Gayo.
Terpisah, seorang warga Kecamatan Ketol, Sudirman, membenarkan kehadiran Presiden Soeharto saat itu.
“Pak Harto hadir meresmikan operasional Pabrik Gula Mini di Kampung Buter. Pabrik tersebut berjalan beberapa tahun, namun kemudian berhenti operasionalnya. Saya tidak terlalu faham penyebabnya,” kata Sudirman, Selasa sore 9 Juli 2013.
Butuh Pengeras Suara Menasah
Saat dihubungi LintasGayo, Sudirman mengaku sedang disibukkan mencari tenda untuk keperluan pembangunan Menasah darurat untuk dusunnya di Gelumpang Payung.
Selain tenda, warganya juga membutuhkan pengeras suara untuk keperluan shalat tarawih yang dimulai malam ini. “Kalau ada informasi dimana bisa mendapatkan sumbangan pengeras suara, mohon kabari saya pak,” harap Sudirman seraya menyebut nomor kontak 085306430107. (Kha A Zaghlul)

30 Tahun Sejarah Berulang, Dari Ketol Kita Bangkit


30 Tahun Sejarah Berulang, Dari Ketol Kita Bangkit

30 Tahun Sejarah Berulang, Dari Ketol Kita Bangkit

Presiden SBY saat berdialog dengan korban gempa.(Foto: Anung/ Setpres)
Presiden SBY saat berdialog dengan korban gempa.(Foto: Anung/ Setpres)
KUNJUNGAN Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kecamatan Ketol adalah yang kunjungan Presiden RI yang kedua kalinya setelah kunjungan Presiden Soeharto tahun 1983 silam.
“Bulan Mei 1983 presiden Soeharto berkunjung ke Ketol dalam kaitan pembangunan Pabrik Gula Mini (PGM-red) di Buter Ketol dan kini Presiden SBY dalam kunjungan meninjau ekses Gempa Gayo,” kata Salman Yoga yang mengaku kerap ke Ketol untuk sebuah penelitian penelusuran sejarah Gayo.
Penggalan berita yang dilansir lintasgayo.co, menunjukan sejarah itu berulang setelah 30 tahun (1983-2013). Dan ini juga menunjukan, Ketol merupakan daerah yang memiliki daya tarik yang kuat dan tidak boleh dilupakan.
Dari berbagai literature sejarah, Pabrik Gula Mini ini pernah beroperasi di Kecamatan Ketol pada era tahun 1970-an, namun rusak akibat konflik berkepanjangan.
Mantan Pj Bupati Aceh Tengah, Azwar Umri yang juga pernah menjabat ketua Bappeda Aceh Tengah, pernah mengatakan  bahwa potensi Blang Mancung dan Ketol sekitarnya sangatlah baik untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan daerah dan meningkatkan incam perkapita bagi masyarakatnya.
Pasalnya, dengan kondisi lahan yang cukup subur, rata-rata produktivitas gula tebu antara 600-700 kilogram dalam satu rante (25 x 25 meter) dengan harga jual gula merah Rp 7.000 per kilogram.
Satu kepala keluarga (KK) dengan satu rante lahan tebu dapat  menghasilkan uang Rp 78.400.000 dan setelah dipotong biaya produksi, penghasilan bersih per KK bisa mencapai Rp 54.960.000 per tahun. Dengan kata lain penghasilan rata-rata per bulan Rp 4.573.000.
Sebelum gempa, menurutazwar, rata-rata pasokan untuk kebutuhan Pulau Jawa 20 ton setiap bulan dipasok melalui pedagang di Medan Sumatera Utara, sehingga sebagian nilai tambah dinikmati oleh pedagang luar daerah.
Itulah sekilah, bagaimana kondisi Ketol sebelum gempa berkekuatan 6,2 SR menguncang Gayo terutama Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 2 Juli 2013 lalu. Dampaknyapun tidak sangat luar biasa, setidaknya 40 jiwa melayang, puluhan ribu warga terpaksa mengungsi dan ribuan bangunan, baik rumah, perkantoran, sarana kesehatan, pendidikan termasuk rumah ibadah luluhlantak dibuatnya.
Kilasbalik kisah tiga puluh tahun silam, saat Pak Harto meletakan pondasi ekonomi dengan meresmikan PGM di Buter, kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengunjungi Ketol, meski dalam kondisi yang berbeda.
Kali ini, SBY datang dalam suasana duka. Orang nomor satu di Indonesia ini menjeguk dan betegur sapa dengan para pengungsi korban gempa. Dalam kesempatan itu, SBY mengajak warga untuk tabah dan bisa bangkit kembali dari keterpurukan.
Meskipun kunjungan SBY hanya sekitar 60 menit di Tanoh Gayo, namun sekiranya sudah meletakan pondasi Ganbatte (semangat-bahasa Jepang) untuk bisa bangkit dan tidak lama larut dalam duka nestapa.
“Presiden turut berduka atas bencana alam di Aceh khususnya Aceh Tengah dan
meskipun Aceh sedang diuji kita harus tegar dan tabah karena pemerintah akan senantiasa membantu korban gempa. Kita pun harus optimis untuk bangkit apalagi prospek ekonomi kita sangat baik dan dapat membangun bersama,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Lhokseumawe, Selasa (9/7/2013) usai berkunjung dari Ketol, Aceh Tengah.
Dengan semangat ramadhan pula, pondasi awal itu sudah diletakan. Ini artinya, urang Gayo ku harus segera bangkit. Kita punya masa depan senediri dan masa depan itu kita yang tentukan. Sebab, tidak selamanya orang luar mau membantu secara iklas, sekali lagi secara iklas membantu kita selamanya.
Sejarah saudara kita di pesisir Aceh jangan sampai terulang, dimana saat masyarakat larut dalam luka tsunami selama bertahun-tahun, dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan hal-hal yang tak wajar, seperti upaya pendangkalan aqidah hingga upaya pemurtadhan.
Mari dari Ketol kita bangkit. Tentunya, hal ini menjadi tanggungjawab semua pihak, bukan saja masyarakat, tapi pemerintah baik daerah maupun provinsi, serta pihak-pihak lainnya harus bisa bersinergi agar Gayo ku, Gayo kita semua bisa bangkit.
Curahkan pikiran, tenaga, dukungan moril dan materil harus bisa maksimal. Jangan sampai, semuanya jadi sia-sia. Mungkin butuh waktu lama untuk bisa bangkit. Namun jika semua pihak bisa bersinergi, waktu yang lama itu bisa kita arungi dalam waktu yang singkat.
Dari Gayo air mata itu mengalir
Berbaris doa takan putus mengalir
Bersama sejuknya air pesangan di telaga luas lut tawar
Ganbatte, urang ku
Renggali harus mekar
Menyebar semerbak wewangian bunga arabika di perempusen
Semanis gula dari blang mancung

Tanah yang bertasbih, bergetar adalah isyarat
Pecahkan makna itu
Rahasia ilahi rabbi pasti punya jawaban
Dari air mata itu mengalir
Jadikan butiran emas, kilau Gayo ku bangkit
Bangkit
Bangkitlah tanoh Gayo***

Klik Link ini untuk Info Lokasi Gempa Gayo


Klik Link ini untuk Info Lokasi Gempa Gayo

Klik Link ini untuk Info Lokasi Gempa Gayo

Jalur-akses-Gempa
Takengon – LintasGayo : Berbagai upaya ditempuh elemen sipil untuk memudahkan penyaluran bantuan bagi para korban Gempa Gayo.
Seorang warga Takengon, FToweren, berbekal sedikit keahlian IT mencoba membuat panduan penunjuk jalan ke lokasi-lokasi ekses Gempa terparah di sejumlah wilayah di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Banyak sekali keluhan bantuan tidak sampai, dan salahsatu penyebabnya menurut saya karena tidak adanya panduan arah jalan. Karena saya mencoba buat jalurnya versi online,” kata FToweren kepada LintasGayo, Selasa 9 Juli 2013.
Adapun jalur yang dibuat FToweren, dapat diakses dengan mengklik link ini.

Presiden Mau Datang, Warga di Minta Pindah Pengungsian


Presiden Mau Datang, Warga di Minta Pindah Pengungsian

Presiden Mau Datang, Warga di Minta Pindah Pengungsian

Tenda pengungsian di Desa Arul Kumer Kec. Silih Nara - Aceh Tengah (LintasGayo.co : Muna)
Tenda pengungsian di Desa Arul Kumer Kec. Silih Nara – Aceh Tengah (LintasGayo.co : Muna)
Aceh Tengah-LintasGayo: Terkait  kedatangan presiden ke lokasi Lokasi bencana Aceh Tengah, beberapa titik pegungsi di Ketol mendapat instruksi agar berkumpul di Simpang Tiga Ketol, Aceh Tengah, lebih tepatnya Poskotis Polres Aceh Tengah yang merupakan titik pusat dari konsentrasi posko tanggap bencana gempa.
Menurut keterangan warga Bah,Ketol, Aceh Tengah Daud Ibrahim (41), dari keterangan Kepala Desa setempat seluruh warga yang berada di pegungsian di desa tersebut di intruksikan untuk pindah atau mengungsi ke Simpang Tiga, Ketol.
“Hal tersebut karena presiden mau berkunjung ke Simpang Tiga, Ketol,” terang Ibrahim sambil menambahkan, Instruksi tersebut warga terima dari Kades dan, mungkin Kades dari atasannya.
Ibrahim juga mengatakan seluruh warga sebenarnya tidak mau ke Simpang Tuiga, warga berkeinginan tetap berada di desanya sendiri. “Kalaupun warga kesana merupakan suatu keterpaksaan, karena warga mengingat akan harta benda mereka dikampung,
Bolehlah harta dirumah nanti dijaga oleh pihak keamanan atau polisi, kerbau dan tanaman kami siapa yang jaga?” Keluh Ibrahim.
Ibrahim juga menegaskan bahwa warga akan tetap di desanya, walau kami dipindahkan hanya kalangan laki laki yang pindah, dan itupun hanya semalam saja mau.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang ibu, Srimurni warga Desa Bah, Ketol. Menurutnya, Bagaimana ia pindah mengungsi kesana, sedangkan anak anak pada sakit sakitan karena kurangnya kepedulian medis di desa tersebut.
“Pokoknya seluruh warga desa bah pada dasarnya tidak mau pindah megungsi ke desa simpang empat. Karena banyak hal yang kami pertimbangkan, dan warga sudah sudah merasa nyaman mengungsi di sekolah SD Neg 1 Ketol ini,” pungkas Srimurni.(Tompi Iskandar/iskandartompi@gmail.com)

Akhiruddin GeRAK : Kaji Ulang Nilai Bantuan Rumah Gempa Gayo


 Akhiruddin GeRAK : Kaji Ulang Nilai Bantuan Rumah Gempa Gayo

Akhiruddin GeRAK : Kaji Ulang Nilai Bantuan Rumah Gempa Gayo

Takengon – LintasGayo : Pernyataan Presiden SBY bahwa Pemerintah Pusat akan membantu pembangunan rumah korban gempa Gayo saat berkunjung ke lokasi gempa di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah, Selasa 9 Juli 2013 dinilai tidak didasari perhitungan kebutuhan riil.
Dinyatakan SBY, untuk rumah rusak berat dibantu Rp.40 juta, rusak sedang Rp.20 juta dan ringan sebesar Rp.10 juta.
“Ini adalah pernyataan yang instan tanpa suatu perhitungan yang matang dan sesuai kondisi lapangan. Saat ini saja alokasi rumah dhuafa yang dialokasikan oleh pemerintah Aceh melalui APBA sebesar Rp 60 juta per unit,” kata Akhiruddin Mahyudin pengamat kebijakan publik dan aktivis GeRAK, dalam siaran persnya, Selasa 9 Juli 2013.
Itu harga ketika belum ada kebijakan kenaikan BBM, timpal Akhiruddin. Konon lagi gempa Gayo terjadi saat kebijakan kenaikan harga BBM, bertepatan dengan tahun ajaran baru, awal Ramadhan dan dalam suasana bencana itu sendiri.
“Kesemua hal tadi menjadi faktor pendorong kenaikan harga-harga bahan baku rumah, apalagi wilayah Gayo jauh dari sumber material,” ujar Akhiruddin.
Lebih jauh dikatakan aktivis GeRAK ini, jika kebijakan ini tidak direvisi dan tetap dilaksanakan, maka ini merupakan kebijakan pemiskinan struktural, dimana kebijakan yang diambil dapat mengakibatkan masyarakat korban miskin secara permanen.
“Dengan alokasi anggaran Rp 40 juta per unit, maka itu tidak akan mencukupi membangun satu unit rumah yang layak huni, akhirnya korban akan menggunakan dana tersebut untuk menyewa rumah selama satu tahun dan selebihnya digunakan untuk biaya hidup,” kata Akhiruddin.
Alhasil, kata dia lagi, satu tahun kemudian korban tidak punya tempat tinggal, bahkan tidak menutup kemungkinan dalam jangka panjang korban akan menjual lahan pertanian, kebun kopi, tebu yang merupakan satu-satunya mata pencaharian masyarakat korban gempa Gayo yang mayoritas sebagai petani kopi atau tebu. Demikian Akhiruddin. (SP/Red.03)

Gubernur Siap Berkantor di Gayo


 Gubernur Siap Berkantor di Gayo

Gubernur Siap Berkantor di Gayo

Posko Penyaluran Bantuan Himpunan Mahasiswa Islam Aceh Tengah di Kampung Simpang Juli Kec. Silih Nara - Aceh Tengah (LintasGayo.co : Muna)
Posko Penyaluran Bantuan Himpunan Mahasiswa Islam Aceh Tengah di Kampung Simpang Juli Kec. Silih Nara – Aceh Tengah (LintasGayo.co : Muna)
Banda Aceh-LintasGayo: Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah menegaskan segera membentuk kantor di Tanah Gayo untuk memudahkan komando penanganan bencana. Masing masing SKPA mesti memiliki desk masing-masing di lokasi bencana untuk memberikan ruang dan jarak yang dekat dengan penanganan bencana.
Disamping itu, dr zaini juga mengingatkan, penggunaan dana tanggap darurat, harus memiliki hasil maksimal dengan hasil yang mengarah kepada kepentingan pemulihan kondisi kepada yang normal.
“Jangan ada yang berbuat salah dengan dana ini. Semua harus jujur dan bekerja sesuai aturan. Jangan menyeleweng dengan cara-cara pemanfaatan dana,” tegas Gubernur kepada jajaran SKPA, Minggu (7/7/2013) sore di Meuligo Gubernuran.
Gubernur juga menambahkan, akan menyambut Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono serta rombongan yang datang dari Jakarta untuk melihat kondisi bencana Gayo. Rencananya, Presiden akan mendarat di Bandara Malikussaleh Lhokseumawe Selasa, (9/7/2013) pukul 08.40 WIB.
“Dari bandara Bandara Malikussaleh Lhokseumawe, Gubernur dan Presiden SBY akan sama sama terbang ke tanah Gayo untuk melihat dari dekat kondisi bencana,” jelas Karo Humas Setdaprov Aceh Nurdin F Jose.(ghassa)