Search This Blog

Sunday, November 17, 2013

SRI RATU SAADONG KE VII DAN RAJA KUTAI MULAWARMAN MENJALIN SILATURAHMI UNTUK MEWUJUDKAN NUSANTARA JAYA.

SRI RATU SAADONG KE VII DAN RAJA KUTAI MULAWARMAN MENJALIN SILATURAHMI UNTUK MEWUJUDKAN NUSANTARA JAYA.

SRI RATU SAADONG KE VII DAN MAHARAJA KUTAI MULAWARMAN MENJALIN SILATURAHMI UNTUK MEWUJUDKAN NUSANTARA JAYA

Pertemuan Maharaja Kutai Mulawarman ( Maharaja Sri Nala Peraditha Alpiansyahrechdza Fachlevie Wangsawarman ) dan Sri Ratu Saadong VII yakni Raja Tengku Putri Anis ( Raja Perempuan Kelantan ),diawali pertemuan dengan Tokoh Masyarakat Tenggarong,Haji Khairul Anuar dalam rangka membahas pendirian sebuah yayasan yang diberi nama Nusantara Jaya.Pertemuan ini sebelumnya dilangsungkan pada tanggal 22 Disember 2009,dalam pertemuan kekerabatan di Hotel Lesung Batu,di Tenggarong dan selanjutnya Sri Ratu Saadong berkunjung ke Samarinda bertemu dengan Sri Raja Nata Jaya(Drs.Yurnalis Ngayoh) sebagai Kepala Adat Besar Dayak Kalimantan Timur,serta menghadiri pertemuan dengan Awang Ferdian selaku Anggota DPDRI di Tenggarong Seberang.Sampai tanggal 30 Disember 2009 Sri Ratu Saadong VII ke Muara Kaman dan disambut dalam Upacara Adat Bedudus Tatacara Adat Kerajaan Kutai Mulawarman dan dihadiri oleh Pemangku Adat,Mangku Adat,Kepala Adat dari Kecamatan Kota Bangun,dihadiri Kepala Adat Besar Kota Bangun,Sri Adipati Jamhar,dari Kecamatan Kenohan dihadiri oleh Haji Sri Raja Ardiwansyah Pranawijaya sebagai Pemangku Adat Penjunjung Setia Kerajaan Kutai Mulawarman dan dari Kecamatan Sebulu dihadiri oleh Sri Raja Idris Kartapati sebagai Pemangku Adat Gunung Tongkahan dan dari kerabat Kerajaan Kutai Mulawarman dihadiri oleh Perdana Menteri,Mangku Bumi,dan para Menteri lainnya dan dihadiri pula oleh Shri Lalu Gde Pharmanegara Parman gelar Sri Raja Mamancar Negara sebagai Nala Duta Kerajaan Kutai Mulawarman dari Gumi Sasak Lombok Salabaran Nusa Tenggara Barat,juga dihadiri para dewan Nala Duta Kerajaan Kutai Mulawarman dari Kutai Kartanegara.

Maka pada tanggal 31 Desember 2009,dilaksanakan Upacara Adat Kasih Selamat menyambut Duli Yang Maha Mulia Sri Ratu Saadong VII yang didampingi Raja Sazali Raja Hassan selaku Dato’ Penghulu Paduka Seri Setia Diraja,Ibunda tercinta,Raja Fauziah Syed Yaacob Abdullah yakni Permaisura Sri Inang Diraja selaku Menteri Usrah Kesultanan Kelantan,Kakanda Raja Tengku Putra Eedi Mega Raja Sazali yakni Sri Kaya Diraja Empat Belas Lipatan selaku Majlis Orang Kaya-kaya Diraja Kesultanan Kelantan,Adinda pertama yang dikasihi,Raja Tengku Putra Mohd Hussin Raja Sazali yakni Dato’ Panglima Adiwarna selaku Dewan Pertahanan Istana Kesultanan Kelantan,Adinda Tengah Raja Tengku Putri Farhanis Shafifi Raja Sazali selaku Penaung Pergerakan Belia Putra Putri Kesultanan Kelantan,Adinda Muda Raja Tengku Putri Farra Arisha Raja Sazali selaku Penjunjung Kesenian Dan Warisan Kesultanan Kelantan dan yang terakhir Adinda Bongsu Raja Tengku Putri Solfie Salsabilla Raja Sazali selaku Penjunjung Setia Kesultanan Kelantan.Upacara Adat Kasih Selamat ini diselenggarakan di Muara Kaman oleh Kerajaan Kutai Mulawarman bertepatan dengan malam Tahun Baru 2010.Tanggal 1 hingga 2 Januari 2010 diadakan pembahasan tentang Program Kerja Yayasan Nusantara Jaya yang dinaungi(Penasihat dan Pengawas) Sri Ratu Saadong VII sedangkan sebagai (Pengerusi) Ketua Yayasan Maharaja Sri Nala Peraditha Alpiansyahrechza Fachlevie Wangsawarman.Yayasan ini bertujuan untuk mengumpulkan seluruh Raja-raja Nusantara mahupun Raja-raja yang ada di dunia ini bersama-sama berganding bahu berbakti kepada Agama,nusa dan bangsa demi memartabatkan kemuliaan serta ketinggian nilai ketokohan seseorang Raja.Selain itu,Yayasan Nusantara Jaya ini juga bertujuan untuk membawa kesejahteraan kepada rakyat di nusantara dengan cara menjalankan program kerjanya di bidang Kebudayaan (Seni Parawisata), Pertanian, Penternakan, Perikanan, Perkebunan, dan program utama yang akan dilaksanakan iaitu pesta Raja Nusantara Kerajaan Kutai Mulawarman ditetapkan sebagai Tuan Rumah yang bertujuan untuk membahas masalah kebutuhan kerajaan-kerajaan,menumbuh kembangkan seni budaya kerajaan,mengembangkan usaha Home industri (kerajinan tradisional rakyat) serta pembinaan ekonomi kerakyatan. Sri Ratu SaadongVII bersama Maharaja Kutai Mulawarman pada tanggal 3 Januari 2010 menghadiri acara Hut Kota Bangun ke 86 dan pisah sambut tahun 2009 Tahun Baru 2010 dan kemudian pada tanggal 5 Januari 2010 Sri Ratu Saadong VII berkunjung di Kediaman Sultan Kutai Kartanegara diterima oleh Sultan Salehuddin II yg sebelumnya beliau mengunjungi, Museum Negeri Mulawarman di Tenggarong disambut oleh Sekretaris Kabupaten dan Putera Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara.Melihat langsung Kalung Uncal yang merupakan lencana Kerajaan Kutai Mulawarman yang terbuat dari emas 18 karat dengan berat 170 gram dengan relif Dewa Rama memanah rusa yang di India kalung ini disebut ‘UNCHLE’ yang artinya rusa dan kalung tersebut dikalungkan kepada Sri Ratu Saadong VII oleh Putera Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara kerana beliau berhak dan sebelumnya sudah mendapat restu dan perkenan daripada Sri Paduka Maharaja Kutai Mulawarman dari Muara Kaman selaku Pewaris Takhta budaya Kerajaan Tertua di Nusantara dan menurutnya kalung tersebut tidak boleh dipakai oleh sembarang orang kerana kalung tersebut adalah lencana kebesaran.Maka dengan sendirinya Sri Ratu Saadong VII berhak pula duduk di takhta Kerajaan Kelantan sebagai keturunan Raja-raja Nusantara.Hal ini dibuktikan dengan silsilah Sri Ratu Saadong VII sendiri adalah bermula dari Arab,Gujerat(India)Raja Champa(Kemboja),Majapahit(Jawa Timur),R aja Goa (Sulawesi). Pattani (Thailand), Sulu (Phillipina), Siak Inderapura (Sumatera), Aceh (Sumatera), Perak dan Kelantan di Malaysia.

Post a Comment