Search This Blog

Loading...

Friday, June 14, 2013

Atek Menghilang, Empat Orang Yang Sudah Murtad Kembali Disyahadatkan

Atek Menghilang, Empat Orang Yang Sudah Murtad Kembali Disyahadatkan

suaraleuserantara June 14, 2013 0
Ketua MPU Bener Meriah, Tgk Syaqawi Abdussamad membimbing kembali empat warga tunyang untuk masuk Islam.(Foto: Suara Leuser Antara)
Ketua MPU Bener Meriah, Tgk Syaqawi Abdussamad membimbing kembali empat warga tunyang untuk masuk Islam.(Foto: Suara Leuser Antara)
REDELONG |SuaraLeuserAntara|: Atek alias Alek warga keturunan Cina (Tionghwa) yang tinggal di Kampung Ronga-Ronga, Kecamatan Gajah Putih, Kab Bener Meriah diduga adalah otak pelaku kristenisasi atau pemurtadan terhadap Hasbi aman Saidi warga Kampung Tunyang Induk, Kec Timang Gajah, Bener Meriah.
Hasil penelusuran SLA pada, Jumat (14/6/2013), pria keturunan Tionghwa ini menghilang dan dikabarkan lari ke Medan. Menurut sumber SLA, kepergian Atek tidak diketahui, karena sebelumnya dia dan istrinya ditimpa masalah keluarga yakni persoalan perceraian.
“ Tapi jejak Atek masih dapat ditelusuri. Karena adiknya masih tinggal di Reronga dengan bisnis berdagang ,” ungkap salah seorang nara sumber kepada SLA.
Ketua MPU Bener Meriah Tgk. Syarqawi Abdussamad juga mengakui, bahwa dari hasil interogasi mereka kepada Hasbi aman Saidi (agen pemurtadan-Red) bahwa cara mereka dalam menyebarkan kristenisasi dengan cara berantai.
Oleh karena Hasbi aman Saidi orang Gayo yang berhasil dimasukan pindah ke agama kristen, maka dia menjadi “agen” penyebaran agama tersebut di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Kepada SLA, Tgk Syaqawi Abdussamad mengatakan, Hasbi aman Saidi dan tiga warga kampung tunyang lainnya, dituntun untuk ber-syahadat. “ Proses pensyahadatan berlangsung, Kamis (13/6) petang, sekira pukul 18.00WIB dilaksanakan di kediaman Hasbi di Kampung Tunyang Induk, Kecamatan Timang Gajah.
Diungkapkan ketua MPU. Awalnya Hasbi disyahadatkan bersama dua orang warga lainnya oleh pihak MPU dihadapan Muspika Timang Gajah, aparat kampung serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam proses pensyahadatan yang disaksikan sejumlah masyarakat itu, HSB mengaku akan kembali memeluk agama Islam, termasuk dua orang korbannya juga kembali mengucapkan dua kalimat syahadat. Secara terpisah, seorang pengikut HSB, juga disyahadatkan dalam waktu yang berbeda.
Tak pernah disangka, HSB ,55, warga Kampung Tunyang yang dikenal taat beribadah bahkan sering menjadi muazin di kampungnya, diam-diam sedang menjalankan misi pemurtadan di kampung itu.
Bahkan HSB telah mengajak tiga warga di kampung itu, untuk berpindah agama. HSB sendiri telah pindah agama sejak tahun 2012 lalu. MPU menemukan satu kitab injil yang disimpan oleh HSB. Namun banyak orang yang tidak tahu.
Selama setahun memeluk agama Kristen secara diam-diam, HSB telah berhasil mengajak tiga orang warga setempat, untuk masuk ke agama barunya yakni nasrani.
Ketua MPU Bener Meriah ini, menghimbau kepada seluruh masyarakat di daerah itu, maupun daerah lain untuk mewaspadai praktik-praktik pemurtadan seperti yang terjadi di Kampung Tunyang. Aksi ini, rata-rata berkedok bisnis tetapi digiring ke masalah pemurtadan.(izq)