[Essay Foto] Perjalanan ke Merah Mege
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju arah selatan Blang Bebangka hingga Kampung Gelelungi mengikuti jalan mulus bermarka menaiki perbukitan dan pegunungan hingga tim berhenti diatas bukit dikawasan Linung Ayu memperhatikan sejenak lereng gunung dengan kemiringan lebih dari 45 derajat yang dijadikan lahan perkebunan kopi, turis asal Inggris Jo berkomentar apakah tidak sebaiknya dibuat terasering?, Ria seorang guide dari LG Touris Guide berusaha menjawab berbagai kendala kenapa petani tidak membuat terasering. Begitu juga dengan
Tiba di kampung Merah Mege Kecamatan Atu Lintang, rombongan langsung menuju lahan perkebunan milik Pak Zaini, seorang petani kopi berprestasi yang telah membawa nama Kopi Gayo sebagai Juara ditingkat Nasional sebagai Kopi terbaik pada saat penyelenggaraan Lomba di Bali. disini Pak Zaini banyak menjelaskan kepada Hugo dan Jo berbagai masalah tentang kopi organik Gayo yang telah mendunia sambil menikmati minuman kopi buatan sendiri Pak Zaini di atas balai-balai yang didirikan ditengah kebun Pak Zaini
Setelah dijamu makan siang rombonganpun ditemani oleh Pak Zaini melihat pembudidayaan kopi musang atau yang lebih dikenal dengan kopi Luwak di Kampung tetangga Pak Zaini tepatnya di Kampung Gayo Aseli.(Narasi/Foto: Munawardi)
No comments:
Post a Comment