Search This Blog

Monday, July 8, 2013

Antara News

Aksi Penyimpangan Anggaran Bansos

Senin, 8 Juli 2013 16:56 WIB | Dilihat 18 Kali
Aksi Penyimpangan Anggaran Bansos Massa yang tergabung dalam Kamaksi (Kaukus Mahasiswa Anti Korupsi) melakukan aksi di depan Gedung Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta Pusat, Senin (8/7). Aksi tersebut menuntut pengusutan tuntas penyimpangan Anggaran Bantuan Sosial senilai Rp 63M yang melibatkan Menteri Pembangunan Daerah tertinggal Helmy Faisal Zaini. (ANTARA FOTO/Nizar Arsyadani)

Meugang Pengungsi Gempa

Antara News

Meugang Pengungsi Gempa

Senin, 8 Juli 2013 16:34 WIB | Dilihat 10 Kali
Meugang Pengungsi Gempa Pengungsi gempa tektonik memotong daging meugang sumbangan untuk dibagikan kepada korban bencana di posko pengungsian Desa Genting Bulen, Ketol, Aceh Tengah, Aceh, Senin (8/7). Diperkirakan sebanyak 22 ribu lebih warga korban gempa Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah merayakan hari tradisi pemotongan hewan (meugang) dan ibadah puasa di tenda pengungsian. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Korban gempa Aceh Tengah tidak sanggup bangun rumah

Korban gempa Aceh Tengah tidak sanggup bangun rumah

Minggu, 7 Juli 2013 22:27 WIB | 1487 Views
ilustrasi Reruntuhan Gempa Aceh Anggota TNI menuju lokasi terparah akibat gempa bumi sehingga menyeret belasan unit rumah di desa Seurempah, Ketol, Aceh Tengah, Aceh, Jumat (5/7). Sekitar 17 rumah warga di desa tersebut terseret tanah longsor hingga kedalaman 20 meter. (ANTARA FOTO/Junaidi) ()
Harapan kami bisa memiliki kembali rumah, namun itu tidak mungkin jika tanpa adanya bantuan pemerintah untuk membangun kembali tempat tinggal kami,"
Berita Terkait

Banda Aceh (ANTARA News) - Para korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah mengaku tidak sanggup lagi membangun rumah mereka yang hancur akibat bencana pada Selasa (2/7) itu.

"Harapan kami bisa memiliki kembali rumah, namun itu tidak mungkin jika tanpa adanya bantuan pemerintah untuk membangun kembali tempat tinggal kami," kata seorang korban gempa Sahbuddin di Takengon, Minggu.

Hal itu disampaikan sebagai harapan menjelang kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dijadwalkan tiba di Aceh Tengah dan Bener Meriah pada Selasa (9/7).

Karenanya, Sahbudin warga Kampung Buter Balik Kecamatan Kute Panang Aceh Tengah itu mengutarakan harapannya agar Pemerintah Puat membantu pembangunan kembali rumah korban gempa yang hancur akibat gempa tersebut.

Kampung Buter Balik adalah salah satu kawasan terparah mengalami kerusakan akibat gempa tektonik berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang pukul 14.37 WIB itu.

Rehan warga Blang Mancung Kecamatan Ketol Aceh Tengah, juga menyampaikan harapan untuk bisa kembali memiliki rumah layak huni karena rumahnya kini rata dengan tanah akibat gempa awal Juli 2014 itu.

"Kebanyakan kami adalah masyarakat ekonomi lemah, jadi harus dibantu. Banyak diantara kami yang nggak mampu untuk membangun kembali rumah seperti semula," kata Rehan mengharapkan.

Puluhan ribu masyarakat korban gempa di Aceh Tengah dan Bener Meriah kini menempati tenda-tenda darurat selain tenda peleton karena rumah mereka rusak berat dan ringan akibat gempa.

Sebagian masyarakat korban gempa tidak mengungsi ditempat penampungan yang telah ditetapkan, tapi mendirikan tenda plastik di dekat rumahnya yang

hancur akibat gempa, kata Kabag Humas dan Protokol Sekda kabupaten Aceh Tengah Mustafa Kamal.

Mustawalat seorang warga Takengon mengatakan, kepedulian pemerintah diharapkan pada masa darurat bencana harus segera direalisasikan. Sarana umum seperti MCK dan air bersih harus mencukupi agar kesehatan masyarakat korban gempa tidak semakin terpuruk.
(A042/N005)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Evakuasi Korban Gempa

Evakuasi Korban Gempa

Senin, 8 Juli 2013 02:47 WIB | Dilihat 218 Kali
Evakuasi Korban GempaTim SAR dari Basarnas, TNI/Polri mengevakuasi jenazah korban longsor di Desa Serempah kec. Ketol Kab. Aceh Tengah, Aceh. (7/7). Hingga hari keenam korban gempa tektonik di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah berjumlah 39 orang, enam masih tertimbun longsor, ratusan luka-luka dan ribuan bangunan rusak besar. (ANTARA FOTO/Heru Dwi S)

Presiden ke Aceh tinjau proses tanggap darurat

Presiden ke Aceh tinjau proses tanggap darurat

Senin, 8 Juli 2013 15:48 WIB | 567 Views
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan kunjungan ke lokasi bencana gempa Aceh untuk memastikan proses tanggap darurat berjalan dengan baik, dan semua kebutuhan dipenuhi.

"Insya Allah besok saya ke Aceh untuk memastikan yang diperlukan terpenuhi. Saya simpulkan bahwa langkah-langkah pascatanggap darurat terus dilakukan. Proses rekonstruksi lebih cepat dan lebih baik," kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, saat memimpin rapat paripurna kabinet mengenai penanganan bencana dan persiapan Ramadhan.

Dalam rapat kabinet yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono tersebut, Presiden mengatakan secara rutin berkomunikasi dan mendapat laporan dari satuan tugas yang bertugas di Aceh.

Sementara itu pada akhir pekan, tim Staf Khusus Presiden telah mengunggah informasi mengenai rencana kunjungan Presiden itu di akun jejaring sosial twitter Presiden Yudhoyono, @SBYudhoyono.

"Presiden SBY pelajari laporan gempa Aceh. Pada 9 Juli 2013, beliau akan tinjau pusat bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh," menurut keterangan dalam akun tersebut yang menyertakan sebuah foto Presiden tengah berada di meja kerjanya.

Di Aceh, Presiden Yudhoyono dijadwalkan berdialog dengan korban gempa dan meninjau langsung lokasi bencana terparah di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Presiden akan tinjau wilayah gempa terparah di Aceh


Presiden akan tinjau wilayah gempa terparah di Aceh

Minggu, 7 Juli 2013 02:00 WIB | 1799 Views

BNPB siapkan Rp40 miliar untuk korban gempa Aceh

Antara News

BNPB siapkan Rp40 miliar untuk korban gempa Aceh

Rabu, 3 Juli 2013 22:35 WIB | 1487 Views

ilustrasi Sejumlah warga korban gempa berada ditempat pengungsian sementara di Desa Blang Mancom, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Senin (2/7). Gempa bumi berkekuatan 6,2 SR itu merobohkan ratusan rumah, fasilitas umum serta puluhan korban jiwa. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Untuk penanganan darurat gempa Aceh belum ditentukan besaran dananya. Tapi BNPB ada dana Rp40 miliar yang siap dipakai untuk Aceh,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dana hingga Rp40 miliar untuk darurat penanggulangan dampak gempa di wilayah Aceh.

"Untuk penanganan darurat gempa Aceh belum ditentukan besaran dananya. Tapi BNPB ada dana Rp40 miliar yang siap dipakai untuk Aceh," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu.

Untuk penanggulangan gempa Aceh Kementerian Sosial mengalokasikan dana Rp1,2 miliar untuk 30 ton beras, sarden, tenda, selimut, dan lainnya.

Sedangkan BNPB, ia mengatakan menggunakan dana tersebut untuk melakukan hal-hal teknis penting seperti sewa pesawat untuk evakuasi korban. Sedangkan Kementerian Sosial biasanya juga mengalokasikan dana untuk logistik.

Menurut Sutopo, BNPB mengajukan anggaran Rp1 triliun untuk 2013 dan disetujui DPR. Namun Menteri Keuangan menyetujui dana tanggap darurat 2013 sebesar Rp200 miliar.

"Dana Rp25 miliar sudah terpakai untuk mengatasi kebakaran dan asap di Riau, jika diperlukan BNPB menyiapkan hingga Rp70 miliar. Untuk penanggulangan gempa di Aceh disediakan hingga Rp40 miliar, tapi semua penggunaannya sesuai keperluan," katanya.

Selain menyiagakan 1.524 personel yang ada di Riau untuk dikirim ke Aceh, ia mengatakan ada 110 Tagana dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah diterjunkan dan telah membuat dapur umum.

"Kebetulan masing-masing kabupaten (Aceh Tengah dan Bener Meriah) juga sudah mengirimkan dua ton beras ke tempat pengungsian," ujar Sutopo.

Terdapat lima titik pengungsian di Bener Meriah dan 10 titik di Aceh Tengah. "Saya belum dapat data pasti berapa total jumlah pengungsi, tapi di Kecamatan Ketol saja ada 700 pengungsi per lokasi".

Gempa bumi berkekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 10 kilometer (km) terjadi di wilayah Aceh pada pukul 14.37 WIB, pada Selasa (2/7). Pusat gempa di daratan berada 35 km barat daya Kabupaten Benermeriah atau 43 km Tenggara Kabupaten Bireuen, atau 50 km Barat Laut Kabupaten Aceh Tengah.

Gempa selama 15 hingga 45 detik dirasakan sangat kuat oleh warga Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sehingga, menurut Sutopo, masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan peta guncangan gempa di Bener Meriah dan Aceh Tengah memiliki intensitas 6 MMI (kuat) menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sedangkan menurut Badan Geologi Amerika Serikat gempa memiliki intensitas 7,4 MMI.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) Aceh Tengah dan Bener Meriah, terdapat 24 korban meninggal, dua orang hilang, dan 249 luka-luka. Sebanyak 14 korban meninggal dari Bener Meriah, sedangkan 10 korban meninggal lainnya dari Aceh Tengah.
(V002/R010)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Liputan 6: Kumpulan Artikel » gempa aceh


LIPUTAN 6 SCTV 

Editor. GAYO Nusantara.

Liputan 6: Kumpulan Artikel » gempa aceh

Editor. GAYO Nusantara

Sunday, July 7, 2013

Setelah Enam Hari, Gubernur Tetapkan Status Gempa Gayo


 Setelah Enam Hari, Gubernur Tetapkan Status Gempa Gayo

Setelah Enam Hari, Gubernur Tetapkan Status Gempa Gayo

Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah.(LGco-andinova)
Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah.(LGco-andinova)

Banda Aceh-LintasGayo: Setelah enam hari pascagempa Gayo, akhirnya Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah Minggu sore (7/7/2013), sesuai janjinya, bertempat di Pendapo Gubernur Aceh menetapkan dan mengumumkan kepada publik bencana gempa Gayo sebagai status tanggap darurat skala Provinsi Aceh.
Penetapan itu tertuang dalam Keputuisan Gubernur Aceh No 360/571/2013 tanggal 3 Juli 2013 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik Bener Meriah dan Aceh Tengah di Provinsi Aceh.
Gubernur dalam konferensi pers dan dihadiri Sekda T Setia Budi dan jajaran SKPA itu mengumumkan darurat bencana tanah Gayo akibat gempa bumi berskala 6,2 SR itu selama 14 hari terhitung 3 – 16 Juli 2013.
Kepala SKPA diinstruksikan Gubernur untuk terus komit, fokus, memiliki pemetaan akurat tentang dampak bencana, dan serius merespons bencana Gayo. Masing masing SKPA mesti mengambil peran untuk mengatarkan tanah dan masyarakat Gayo kembali kepada kondisi normal.(ghassa)

Presiden: Cari (Korban Gempa Aceh) sampai Ketemu

Jumat, 5 Juli 2013

News

Presiden: Cari (Korban Gempa Aceh) sampai Ketemu

  • Penulis :
  • Sandro Gatra
  • Jumat, 5 Juli 2013 | 23:18 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono | KOMPAS/RIZA FATHONI
JAKARTA, KOMPAS.com —Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada jajaran pemerintah di Aceh untuk serius menangani gempa di Aceh Tengah. Secara khusus, Presiden menginstruksikan mencari seluruh korban yang hilang. "Cari sampai ketemu," kata Presiden saat telekonferensi dengan jajaran pemerintah di Aceh, Jumat (5/7/2013) malam. Telekonferensi dilakukan SBY dari Istana Bogor, Jawa Barat. Selain soal gempa di Aceh, SBY juga meminta laporan penanganan kebakaran di Riau.
Instruksi itu diberikan SBY setelah mendengar laporan adanya delapan orang hilang. Delapan orang itu diduga tertimpa reruntuhan rumah yang ambles lantaran berada di daerah perbukitan. Pencarian dilakukan dengan alat berat di titik-titik longsor.
Dari laporan lain, ada 35 orang tewas dengan rincian 26 orang tewas di Aceh Tengah dan 9 di Bener Meriah. Sebanyak 275 orang luka-luka. Mereka dirawat di RSUD, RS swasta, dan puskesmas di Aceh. Gempa juga mengakibatkan 4.300 rumah dan 83 bangunan fasilitas umum rusak. Sebanyak 3.200 keluarga mengungsi.
Untuk penanganan gempa, sebanyak 900 personel TNI dan 350 anggota Polri dibantu berbagai unsur lain telah diterjunkan ke lapangan. Sebanyak 40 ton logistik dan peralatan juga sudah dikirim ke Aceh. Terkait anggaran, sebesar Rp 40 miliar dialokasikan selama tanggap darurat sampai 17 Juli. Ada juga dana siap pakai dari beberapa kementerian sebesar Rp 500 juta.
Untuk makanan, cukup, cuma perlu ditambah untuk gizi (korban gempa) karena semakin hari dengan kondisi yang serba kekurangan, mereka butuh vitamin untuk menghadapi cuaca, terutama malam hari. Demikian kata pejabat setempat.
Kunjungan ke lokasi
Presiden merasa perlu datang ke lokasi gempa. Supaya tidak mengganggu proses evakuasi maupun penanganan korban, Presiden menanyakan kapan dirinya bisa datang. "Yang paling baik kapan saya ke sana?" tanya Presiden.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif mengatakan, diperkirakan berbagai pihak masih sibuk hingga akhir pekan ini. Kesibukan mereka di antaranya memulihkan jaringan listrik. Syamsul menyarankan SBY datang awal pekan depan.
"Insya Allah hari Senin saya bermalam di sana (Aceh). Hari Selasa kembali (ke Jakarta)," kata Presiden.
Editor : Heru Margianto
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Gempa Aceh

Korban Gempa Aceh Bertambah, 40 Orang Tewas

Korban Gempa Aceh Bertambah, 40 Orang Tewas

Korban Gempa Aceh Bertambah, 40 Orang Tewas
Warga mengevakuasi barang-barang yang dapat diselamatkan dari reruntuhan rumahnya di Bener Meriah, Aceh (3/7). Tentara, polisi dan relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi korban gempa. (AP Photo/Binsar Bakkara)
TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban dan kerusakan akibat gempa berskala 6,2 skala Richter di Aceh terus bertambah. Hingga Ahad, 7 Juli 2013, tercatat 40 orang meninggal, sementara 63 orang luka berat dan masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Sedikitnya 2.362 orang sedang menjalani rawat jalan. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 22.125 orang. Kerusakan rumah mencapai 15.919 unit. Sedangkan 623 unit bangunan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Jumlah korban gempa ini terus berlipat. Awalnya, 118 orang yang dirawat karena luka berat. Terdapat 19.870 orang mengungsi yang tersebar di 70 titik. Total rumah yang rusak ada 13.862 unit--5.516 rusak berat, 2.750 rusak sedang, dan 5.596 rusak ringan.

Hingga kini pencarian korban masih dilakukan. "Penyelamatan dan pencarian korban dengan mengerahkan lebih dari 2.000 personel," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Ahad, 7 Juli 2013.

Menurut Sutopo, jumlah korban di Aceh Tengah terus bertambah karena dampak bencananya lebih parah ketimbang di Bener Meriah. Di Aceh Tengah, 232 desa dari 352 desa yang ada terdampak langsung gempa. Tiga puluh satu orang meninggal dunia dan empat orang hilang.

Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah, sebanyak delapan desa dari 233 desa yang terdampak langsung oleh gempa. Sebanyak sembilan orang meninggal, sementara 23 orang luka berat masih dirawat. Lima di antaranya dirawat di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Lhokseumawe dan tiga lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Banda Aceh.

FEBRIANA FIRDAUS