Search This Blog

Thursday, July 11, 2013

Gempa Aceh


FOKUS

Gempa Aceh

Berita Terbaru Arsip Berita »

314 SEKOLAH RUSAK DI ACEH, PENTINGNYA SEKOLAH AMAN

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 18:37
Gempa Aceh Tengah menunjukkan bahwa sekolah belum aman dari bencana. Tercatat 314 sekolah rusak, dimana 171 rusak berat, 136 rusak sedang, dan 7 rusak ringan akibat diguncang gempa 6,2 sr pada 2/7 yang lalu. Di Aceh Tengah 292 sekolah rusak dimana 158 rusak berat dan 134 rusak sedang. Sedangkan di Bener Meriah ada 22 sekolah rusak, dimana 13 rusak. Selengkapnya →

REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PERUMAHAN KORBAN GEMPA ACEH TENGAH DIPERCEPAT

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 15:48
Dalam Sidang Kabinet pada Senin (8/7), Presiden telah menginstruksikan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) sektor perumahan pasca gempa 6,2 SR di Aceh Tengah. Saat ini pendataan kerusakan rumah terus dilakukan. Jumat (12/7) diharapkan semua data kerusakan rumah selesai dan nantinya data tersebut akan dikunci agar tidak ber. Selengkapnya →

DISTRIBUSI BANTUAN KORBAN GEMPA: 80% KE ACEH TENGAH DAN 20% KE BENER MERIAH

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 09:36
Bantuan bagi korban gempa Aceh Tengah terus dikirim, baik dari BNPB, kementerian, lembaga, dunia usaha, internasional, LSM maupun dari masyarakat. Mengingat dampak korban dan kerusakan terjadi di Aceh Tengah lebih parah dibandingkan dengan di Bener Meriah, maka Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah menetapkan distribusi bantuan 80% untuk Aceh Tengah d. Selengkapnya →

SETENGAH TAHUN PERTAMA 2013, SUDAH 380 JIWA MENINGGAL DAN HILANG AKIBAT BENCANA

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 08:22
Hingga pertengahan tahun 2013, BNPB mencatat terjadi bencana sebanyak 632 kejadian. Selama 3 bulan pertama, puting beliung selalu menjadi bencana yang paling sering terjadi, sedangkan selama 3 bulan berikutnya digantikan oleh banjir. Korban meninggal dan hilang mencapai 380 jiwa sedangkan korban menderita dan mengungsi lebih dari 570 ribu jiwa.. Selengkapnya →

PRESIDEN KUNJUNGI KORBAN GEMPA ACEH

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 07:22
ACEH, 10/07: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, dan Kepala BNPB Syamsul Maarif mengunjungi pengungsian korban gempa di posko tanggap darurat bencana Polda Aceh, di Desa Berenung, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, (9/7). . Selengkapnya →

PEMDA RIAU LANJUTKAN OPERASI PEMADAMAN KEBAKARAN LAHAN DAN HUTAN

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 10 July 2013 20:36
Seiring dengan berakhirnya status tanggap darurat maka Pos Komando Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Asap Prov Riau juga berakhir hari ini, Rabu (10/7). Pemadaman api dan asap di Riau selanjutnya dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Penanggulangan bencana asap mengedepankan Pemda kabupaten dan kota. Pemda provinsi akan merapat apabila pe. Selengkapnya →

POSKO TANGGAP DARURAT PENANGGULANGAN BENCANA ASAP DI RIAU DITUTUP

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 10 July 2013 16:00
Pada hari ke-20 sejak ditetapkan status tanggap darurat bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Riau (21/6), maka pada hari ini (Rabu, 10/7) Posko Tanggap Darurat Bencana Asap ditutup. Penutupan dilakukan oleh Wakil Gubernur Riau, Mambang.. Selengkapnya →

PETA BENCANA DI INDONESIA

http://dibi.bnpb.go.id/DesInventar/dashboard.jsp?countrycode=id&continue=y&lang=ID

314 SEKOLAH RUSAK DI ACEH, PENTINGNYA SEKOLAH AMAN


314 SEKOLAH RUSAK DI ACEH, PENTINGNYA SEKOLAH AMAN

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 18:37
Gempa Aceh Tengah menunjukkan bahwa sekolah belum aman dari bencana. Tercatat 314 sekolah rusak, dimana 171 rusak berat, 136 rusak sedang, dan 7 rusak ringan akibat diguncang gempa 6,2 sr pada 2/7 yang lalu.

Di Aceh Tengah 292 sekolah rusak dimana 158 rusak berat dan 134 rusak sedang. Sedangkan di Bener Meriah ada 22 sekolah rusak, dimana 13 rusak berat, 2 rusak sedang, dan 7 rusak ringan.

Gempa terjadi pada pukul 14.37 Wib saat sekolah libur sehingga tidak jatuh korban. Bisa dibayangkan seandainya bencana terjadi saat berlangsung proses belajar mengajar. Tentu akan jatuh korban yang banyak.

Anak-anak di sekolah merupakan komunitas yang sangat rentan terhadap bencana jika sekolah tidak aman. Sebagian besar dari kehidupan anak berlangsung di sekolah. Di dalam kelas saat terjadi gempa, banyak anak-anak dan guru tidak tahu apa yang harus dilakukan. Minimnya pengetahuan bencana dan gladi menyebabkan kepanikan. Terlebih lagi banyak bangunan sekolah berkualitas di bawah standar. Gladi bagi murid dan guru hendaknya wajib diajarkan secara rutin.

Upaya ini sebagai salah satu mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. Sebab sekitar 75% sekolah di Indonesia berada di daerah risiko tinggi gempabumi.

Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2010, jumlah sekolah Indonesia termasuk empat yang terbanyak di dunia yang berada pada daerah rawan bencana.. Saat tsunami Aceh tahun 2004 lebih dari 2.000 sekolah hancur. Gempa di Yogyakarta pada 2006 menghancurkan 2.900 sekolah, dan gempabumi Sumatra Barat 2009 merusak 241 sekolah. Untuk itu sekolah aman hendaknya menjadi prioritas. BNPB bersama kementerian/lembaga telah menyusun panduan sekolah aman. Selain perkuatan struktur bangunan juga menyangkut sistem pendidikan yang membangun kesadaran dan kemampuan anak-anak untuk tanggap bencana.

REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PERUMAHAN KORBAN GEMPA ACEH TENGAH DIPERCEPAT


REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PERUMAHAN KORBAN GEMPA ACEH TENGAH DIPERCEPAT

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 15:48
Dalam Sidang Kabinet pada Senin (8/7), Presiden telah menginstruksikan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) sektor perumahan pasca gempa 6,2 SR di Aceh Tengah. Saat ini pendataan kerusakan rumah terus dilakukan. Jumat (12/7) diharapkan semua data kerusakan rumah selesai dan nantinya data tersebut akan dikunci agar tidak bertambah di kemudian hari.

Data sementara kerusakan rumah 16.019 unit rumah rusak, dimana 6.178 rusak berat, 3.061 rusak sedang, dan 6.780 rusak ringan. Di Aceh Tengah pendataan telah selesai dilakukan dan dikunci oleh pemerintah, yaitu 13.862 unit rumah rusak, dimana 5.516 rusak berat, 2.750 rusak sedang, dan 5.596 rusak ringan. Data berdasarkan by name, by address dan by picture. Sedangkan data sementara di Bener Meriah ada 2.157 unit rumah rusak, yaitu 662 rusak berat, 311 rusak sedang, dan 1.184 rusak ringan. BNPB akan melakukan verifikasi terhadap kerusakan rumah yang diusulkan oleh Pemda.

Untuk mempercepat rehab rekon  perumahan tersebut, BNPB bersama Kementerian Keuangan akan membahas mekanisme pendanaannya. Jika menggunakan dana rehabilitasi dan rekonstruksi regular yang ada di BNPB akan memerlukan waktu yang cukup lama. Terlebih lagi dana tersebut terbatas yang digunakan untuk menangani bencana seluruh Indonesia.

Mekanisme pelaksanaan rehab rekon perumahan nantinya dengan membentuk kelompok masyarakat (pokmas) yang dibantu fasilitator. Satu pokmas terdiri 10 KK dari tetangga terdekat. Fasilitator mendampingi 3-5 pokmas dalam pendampingan teknis, administrasi dan sosek. Dana dari pemerintah dikirimkan ke rekening pokmas tersebut. Mekanisme ini telah berhasil diterapkan BNPB dalam rehab rekon pasca gempa Sumbar (2009), pasca erupsi Merapi (2010) dan lainnya. Dengan adanya rumah, masyarakat menjadi cepat melenting balik dan pulih dari dampak bencana.

DISTRIBUSI BANTUAN KORBAN GEMPA: 80% KE ACEH TENGAH DAN 20% KE BENER MERIAH


DISTRIBUSI BANTUAN KORBAN GEMPA: 80% KE ACEH TENGAH DAN 20% KE BENER MERIAH

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 09:36
Bantuan bagi korban gempa Aceh Tengah terus dikirim, baik dari BNPB, kementerian, lembaga, dunia usaha, internasional, LSM maupun dari masyarakat. Mengingat dampak korban dan kerusakan terjadi di Aceh Tengah lebih parah dibandingkan dengan di Bener Meriah, maka Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah menetapkan distribusi bantuan 80% untuk Aceh Tengah dan  20% untuk Bener Meriah. Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah menyetujui kebijakan tersebut.

Jumlah pengungsi 52.113 jiwa atau 12.301 KK, dimana 32.129 jiwa (7.267 KK) terdapat di Aceh Tengah dan 19.984 jiwa (5.034 KK) di Bener Meriah. Saat ini, banyak pengungsi terutama yang mengungsi di halaman rumah  telah kembali ke rumah masing-masing. Masyarakat juga secara mandiri memperbaiki rumahnya.

Distribusi bantuan terus disalurkan kepada para korban gempa. Bantuan diberikan kepada korban oleh petugas berkeliling memberikan bantuan. Bukan masyarakat yang mendatangi posko. Bantuan logistik dan peralatan dari BNPB terus berdatangan. Pengiriman dari udara melalui pesawat kargo ke lapangan terbang Lhokseumawe lalu 3 jam dengan truk menuju ke Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Bantuan BNPB yang telah disalurkan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah meliputi tenda keluarga 180 unit, genset 1,2 KVA 30 unit, velbed 600 unit, tenda pengungsi 66 unit, makanan siap saji 1.638 paket, lauk pauk 1.218 paket, matras 52 lembar, tenda gulung 500 lembar, sandang 900 paket, selimut 360 lembar, peralatan dapur 200 paket, dan lainnya. BNPB masih terus mengirimkan bantuan untuk korban.

Lembaga, dunia usaha, media, internasional dan masyarakat yang hendak mengirimkan bantuan hendaknya mengacu pada proporsi tersebut. Bantuan langsung disalurkan ke Posko Tanggap Darurat Kab Bener Meriah dan Posko Tanggap Darurat Kab Aceh Tengah. Jika langsung disalurkan ke korban hendaknya melaporkan datanya ke Posko.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

BNPB


PRESIDEN KUNJUNGI KORBAN GEMPA ACEH

OLEH PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS • 11 July 2013 07:22
ACEH, 10/07: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, dan Kepala BNPB Syamsul Maarif mengunjungi pengungsian korban gempa di posko tanggap darurat bencana Polda Aceh, di Desa Berenung, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, (9/7).

Dalam kesempatan itu, Presiden dan Ibu Negara bertatap muka langsung dengan para korban di dalam tenda pengungsian. Dalam pesannya, Presiden meminta korban bencana bersabar menghadapi cobaan. Pemerintah, kata Presiden, akan melakukan semua yang mungkin untuk menolong warga bisa secepatnya pulih. "Kami turut berduka atas musibah yang dialami bapak dan ibu sekalian. Usaha terus dilakukan pemerintah pusat dan daerah beserta TNI/Polri dan Satgas Bencana untuk membantu pencarian korban serta bantuan sosial selama di pengungsian," kata Presiden.

Presiden SBY menjanjikan akan ada penggantian untuk rumah yang rusak berdasarkan ukuran jenis kerusakannya. "Bantuan-bantuan sosial lainnya juga akan diberikan, sehingga masyarakat dapat hidup lebih baik ke depannya," papar Presiden.

Gempa Aceh berkekuatan 6,2 SR terjadi Selasa, 2 Juli 2013. Dua daerah, yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, mengalami dampak paling besar. Sekitar 39 jiwa dilaporkan meninggal. Puluhan ribu orang terpaksa mengungsi. Ribuan rumah mengalami kerusakan.

Bencana ini dikategorikan sebagai bencana tingkat provinsi. Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam telah mengumumkan masa tanggap darurat selama 3-17 Juli 2013. Bantuan bahan makanan, tenda, kebutuhan kesehatan, air bersih, dan lain-lain masih terus didistribusikan. Presiden SBY telah menginstruksikan kepada BNPB dan jajaran terkait untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi korban gempa, terutama perumahan. (ACU)